Fitur Terbaru Google Big Moments akan Segera Hadir -->

Menu Atas

Kategori

adsense

Fitur Terbaru Google Big Moments akan Segera Hadir

Google Tengah Kembangkan Fitur Big Moments, Apa Itu? Perusahaan multinasional Amerika Serikat, Google tengah membuatkan fitur Big Moments yg ditujukan untuk menyaingi Facebook dan Twitter. 


Pengguna Chrome sebetulnya telah mampu memblokir sendiri sejumlah iklan yg menyedot tidak sedikit daya berkah fitur "Heavy Ad Intervention" yg dihadirkan Google untuk Chrome 80 pada awal tahun ini.

Perusahaan multinasional Amerika Serikat, Google tengah membuatkan fitur Big Moments yg ditujukan untuk menyaingi Facebook dan Twitter dalam memberi tau kabar terkini. Dikutip melalui USAToday, Google menonton pandemi Covid-19 memaksa mesin pencarian bereaksi dengan cepat dan terus-menerus terhadap kebutuhan pemakai akan info terakhir dan paling otoritatif. Berdasarkan penelitian Institut Pew Research, pandemi menambah konsumsi berita, dan penggunaan media daring dan sosial, di mana 31 persen orang-orang dewasa di Amerika Serikat (AS) memperoleh kabar dengan cara teratur di Facebook, sementara sebanyak 13 persen memakai Twitter untuk memperoleh berita. Hanya 11 persen orang-orang dewasa di AS yg memakai Google News. Sekitar seperempat atau 24 persen berkata bahwa mereka kadang-kadang menggunakannya. 

Selain itu, studi Reuters dan Oxford menunjukkan bahwa tidak sedikit orang-orang tidak mempercayai kabar dari media sosial. Walaupun beberapa riset menyatakan persentase yg lebih besar untuk orang-orang yg mencari kabar di Facebook dan Twitter. Penelitian menunjukkan 40 persen responden berkata mereka paling khawatir mengenai info palsu di media sosial. Sedangkan kekhawatiran terhadap mesin pencarian di Google hanya 10 persen. Baca Juga : Hore! Google Meet Segera Hadirkan Latar Belakang Video di Android Big Moments pun diinginkan untuk membangun fitur cakupan penuh atau full coverage Google, yg diluncurkan di Google News pada 2018. Adapun, fitur cakupan penuh memungkinkan pemakai memasuki tajuk kabar dan menonton bagaimana cerita itu dilaporkan dari beberapa sumber. Fokus Google pada kabar terakhir datang ketika konsumsi kabar melonjak dan menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan teknologi. Salah satu kabar yg disorot baru-baru ini yakni pelapor Facebook Frances Haugen.

Sesuatu yg menjadi keunggulan Twitter, direncanakan akan ada di Google. Fitur mencari kabar terkini atau breaking news terbukti ada di dalam platform dengan logo burung biru tersebut.

Pihak Google akan memperlihatkan nama pada fitur tersebut. Yakni Big Moments.

"Kami semakin bereksperimen dengan beberapa tutorial untuk memastikan orang-orang datang ke Google mampu menemukan info paling otoritatif dan terkini ketika mereka membutuhkannya," kata Juru Bicara (Jubir) Google

"Setiap fitur atau peningkatan di sistem kami melalui proses pengujian dan evaluasi yg ketat untuk memastikannya memperlihatkan kualitas pada pengguna," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Google terbukti mulai menempatkan gugusan link ke website kabar di tahap teratas yg akan terjadi pencarian. Mereka juga tengah mengerjakan fitur yg menampilkan data relevan untuk beberapa topik tertentu semacam yg akan terjadi pertandingan olahraga, agenda penghargaan, sampai bencana alam.

Hal ini mirip dengan yg biasa timbul di Twitter. Media sosial berlogo burung biru ini kerap kali menampilkan info terkini soal momen tersebut, meskipun terbukti tetap kalah saing dari Google dan Facebook. Kemudian pada 2015, Google bekerja sama dengan Twitter untuk menampilkan tweet di tahap atas yg akan terjadi pencarian terkait topik kabar tertentu.

Setelah pandemi Covid-19 melanda dunia pada 2020, Google merombak yg akan terjadi pencariannya dengan membikin visual dan data dari otoritas kesehatan ketimbang menimbulkan tautan web. Strategi ini kemudian menginspirasi mereka untuk mengangkat fitur serupa ke topik kabar lain.

Sebagian pemakai internet akan mengunjungi Twitter jika mereka ingin mengenal kabar terkini yg sedang ramai dibicarakan khalayak atau breaking news. Tak mau kalah dari Twitter, Google pun tengah menguji coba suatu fitur baru. Fitur ini memungkinkan pemakai memperoleh kabar terkini dengan cara real-time dan lebih lengkap yg berkaitan dengan kata kunci yg dimasukkan via Google Search. Fitur ini sendiri dijuluki dengan "Big Moments" dan adalah salah satu eksperimen yg sedang digarap oleh suatu tim kecil di divisi Google Search. "Kami semakin bereksperimen untuk mencari tutorial dan meyakinkan pemakai yg mengunjungi Google mampu menemukan info terkini dan tepercaya di ketika mereka memperlukan atau mencarinya," kata juru bicara Google dalam suatu pernyataan

Nantinya, aneka kabar terkini yg ditampilkan melalui fitur Big Moments kemungkinan bakal timbul di halaman teratas, tergolong kicauan-kicauan dari Twitter. Google dan Twitter sendiri semenjak 2015 terbukti mempunyai kesepakatan untuk menaikkan tweet dari Twitter ke barisan atas laman pencarian yg terkait dengan breaking news.  Dapatkan informasi, wangsit dan insight di email kamu. Daftarkan email Selain itu, melalui Big Moments ini, Google juga akan menampilkan info dengan cara real-time, mirip semacam ketika pemakai mencari beragam info soal Covid-19, umpama jumlah permasalahan kini atau korban meninggal. Apabila breaking news yg dicari melibatkan kecelakaan atau bencana alam, fitur Big Moments ini juga disebut bakal memperbarui info terkait korban yg terdampak dengan cara langsung, begitu juga menampilkan kabar lainnya yg bekerjasama satu sama lain. Biasanya, breaking news adalah kabar yg sedang terjadi dan semakin diperbarui seiring berjalannya waktu. Media sosial Twitter kerap menjadi daerah untuk mencari info breaking news sebab mampu menampilkan beragam unggahan gambar dan video terakhir dari pengguna.


Pakai algoritma Agar mampu menampilkan kabar terkini dengan cepat dan akurat, Big Moments mempercayakan algoritma untuk mengurasi berita-berita terbaru, dan menyaring kabar yg "menggiring opini" dengan cara real-time. Baca juga: Huruf L di Logo Google Berwarna Hijau, Ternyata Ini Maksudnya Terlepas dari Twitter, fitur Big Moments sendiri konon tengah diuji coba oleh Google, sebelum nantinya diluncurkan terhadap pemakai dengan cara luas, sebagaimana dirangkum dari PhoneArena, Rabu (13/10/2021). Adapun fitur ini dihadirkan sebab Google tampaknya tidak ingin kesalahan yg sama terulang kembali, umpama menampilkan kabar yg berpihak satu segi atau bias. Selain itu, Google juga sepertinya ingin membenahi kesalahannya pada ketika agresi Gedung Capitol, AS, dan gerakan Black Lives Matter yg memprotes diskriminasi polisi AS terhadap warga berkulit hitam. Kala itu, perusahaan mesin pencari ini memperoleh tidak sedikit kritikan lantaran gagal menampilkan kabar terkini dengan akurat, dan kabar yg relevan dengan kedua insiden tersebut.

Google sendiri menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengkurasi yg akan terjadi kabar dalam pencariannya. Namun Google menyebut bahwa mereka tetap menjadi platform web, bukan penerbit. Saat dikonfirmasi, juru bicara Google enggan mengomentari fitur ini. Sementara juru bicara Twitter juga tidak menanggapi permintaan komentar.