Sekolah Jaman Now Versus Jaman Old

adsense

Newsletter

Sekolah Jaman Now Versus Jaman Old

Guratanku.com (24/9/19) -Bagi generasi 90-an pasti merasakan dimana zaman serba susah namun sangat mendidik ketimbang zaman sekarang.

Pada waktu tersebut anak-anak yang lahir pada era 90an mengalami dimana masa Indonesia saat itu masih dalam kesulitan. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai dan biaya pendidikan yang sangat mahal menjadi kan  orangtua zaman dahulu jarang menyekolahkan anak-anaknya sampai tingkat sekolah menengah atas atau bahkan perguruan tinggi. 


Masa tersebut juga merupakan tonggak awal kehidupan baru di Indonesia pasca reformasi.

Saat itu anak-anak sekolah sangatlah hormat pada gurunya dan orang yang lebih tua. Berbeda dengan zaman sekarang, semenjak adanya undang undang tentang perlindungan anak. Para guru yang tadinya melakukan kegiatan mendidik dan mengajar kini lebih cenderung mengutamakan belajarnya . Sebab dewasa ini sangatlah rawan bagi guru yang ingin mendidik muridnya yang kurang ajar  dengan hukuman fisik.

Kebanyakan media masa saat ini lebih mengutamakan  tujuan komersil dibanding menjadi pengawas jalannya reformasi.

Bukan rahasia umum lagi jika ada media yang memuji siapapun yang berani membayar mahal media tersebut.


Namun untunglah masih ada media sosial, dan media online yang kurang mengutamakan komersialitasnya karena memang fokus kepada isi berita yang benar benar netral. Biasanya media tersebut bukanlah milik perusahaan baru dan ternama melainkan milik perseorangan dan individu.

Masa kecil orang-orang 90an diwarnai dengan tayangan yang ramah untuk anak-anak. Mulai dari film, hingga lagu lagu, pada masa tersebut adalah masa keemasan lagu anak-anak.

Tidak seperti sekarang, seperti yang telah dipaparkan diatas, banyak media cenderung menayangkan acara yang tidak mendidik sama sekali. Seperti acara alay saling ejek. Acara fil FTV dan sineteon yang seolah tak ada tamatnya.

Meskipun kita memiliki KPAI dan KPI, namun dengan melihat realitanya sungguh memukul hati seolah lembaga tersebut telah lalai dari tugasnya dalam melindungi penonton dari tayangan yang tak mendidik.

Mengapa media sekarang demikian? Sebab yang dicari oleh media sekarang adalah uang, dan sedikit sekali dari mereka yang memiliki misi untuk melakukan brainwash kepada penonton agar berpikir kritis dan maju.

Saat ini merupakan tugas orang-irang yang diberi kesadaran untuk mampu memfilter segala tayangan buruk kepada penonton tersebut.