Jangan Remehkan Pekerjaan Penulis

adsense

Newsletter

Jangan Remehkan Pekerjaan Penulis

Guratanku.com- Hello guys, sudah lama kang Adymin jarang muncul nih pada segmen informasi terkini. Padahal kang Adymin dah kangen loh ingin bisa share lagi ke kalian mengenai sekilas pengetahuan ringan. Maraknya minat baca di www.guratanku.com ternyata kebanyakan berasal dari berita viral dan berbau politik. Oleh sebab itu kang Adymin berusaha untuk menyajikan berbagai berita yang berisis opini kami sebagai penulis dalam menyikapi berita yang beredar agar berimbang dan jauh dari kata hoax.

Tahu sendiri kan zaman sekarang sudah bagaimana? Kang Adymin sedih sekali jika banyak media melakukan hoax untuk menimbulkan kekacauan publik terlebih jika hal tersebut dilakukan oleh media besar yang rasanya tak pantas jika kami sebutkan disini.

Kang Adymin sendiri berusaha bermeditasi dengan alam kepenulisan ini. Setelah mendapatkan pencerahan akhirnya saat ini kang Adymin ingin membagikan tulisan ini kepada readers semua.

Tahukah anda, ternyata kebanyakan bangsa yang sukses tak lepas dari kemajuan dunia kepenulisan dan baca.
Contohnya Jepang dan China, mengapa mereka lebih maju? Sebab sejak zaman kasiar pertama, mereka sangat menjunjung tinggi kepenulisan. Banyak sejarah yang diabadikan oleh mereka. Bahkan kerajaan Indonesia masa silam pun ada tertulis pada catatan sejarah mereka. Mereka dengan rinci mencatat sejarah yang terjadi maka tak heran dengan semangat mempelajari sejarah dan ilmu mereka dapat tumbuh menjadi negara yang kuat saat ini.

Contoh lain bisa kita lihat pada bangsa Yahudi, dunia sangat mengakui kejeniusan mereka. Sebab rata-rata orang jenius di bumi ini terbanyak dimiliki oleh bangsa tersebut. Mereka bahkan mempelajari baca tulis sejak masih dalam kandungan. Biasanya ibu-ibu hamil akan mengerjakan soal matematika dan dibantu oleh suaminya. Dan ajaibnya ternyata hal ini akan merangsang kecerdasan anak tersebut sehingga akan terlahir menjadi seorang jenius.

Lalu bagaimana bangsa kita? Dua puluh tahun yang lalu pada era 1990 an, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membaca dan menulis. Rata-rata saat itu masyarakat belum sadar akan pendidikan 9 tahun. Terlebih lagi  dihadapkan dengan biaya pendidikan yang tinggi membuat mereka enggan berkenalan dengan dunia literasi dan kepenulisan. Baru pada era Presiden ke 6 RI, negara kita ahirnya memiliki generasi yang melek huruf. Yang ahirnya membuat bangsa kita lebih maju daripada 20 tahun sebelumnya.

Setelah zaman berkembang, kepenulisanpun terus berkembang, namun saat ini PR yang masih perlu digarap adalah menumbuhkan hobi membaca menulis dikalangan masa mileneal saat ini. Sebab saat ini kita menghadapi pisau bermata dua. Yakni dengan kemajuan teknologi kita bisa memanfaatkannya untuk memperbagus skill kita dalam urusan kepenulisan . Entah mau diawali dari status sosmedkah, story whatsapp kah, semua sudah tersedia pada teknologi dewasa ini.
Namun jika kita tak memanfaatkan fasilitas tersebut justru akan membuat kita terbelakang oleh permainan teknologi semata. Misal kecanduan game yang sangat mubazir waktu. Okelah jika hanya sebagau sarana hiburan. Namun sadarkah kita jika terlalu lama terpaku oleh silaunya gemerlap hiburan yang ada di genggaman kita, kita sangat berpotensi besar untuk lalai dari tanggung jawab kita kepada Tuhan dan kebutuhan kita sebagai mahluk sosial.

Dan hal itu semua dapat terjadi tergantung kemauan kita mau memilih pilihan yang mana.

Mari kita ramaikan dunia kepenulisan dengan tidak hanya membaca namun juga dengan menyimak dan mencatat apa yang kita peroleh agar tertuang pada dokumentasi prasasti sejarah zaman kini.