Waspada Permainan Buzzer Politik Dalam Bersosmed

adsense

Newsletter

Waspada Permainan Buzzer Politik Dalam Bersosmed






Guratanku.com -   Dunia media sosial selain menjadi sarana pergaulan dan komunikasi juga sering digunakan sebagai lahan basah bagi para pelaku bisnis maupun pihak yang memiliki kepantingan lainnya.   Tak jarang kadang banyak bertebaran  akun marketing baik itu dengan memakai akun palsu maupun asli yang biasanya adalah akun seorang influencer.   

Banyak politikus dunia saat ini memanfaatkan media sosial untuk memuluskan rencananya dengan memanfaatkan Buzzer bayaran yang terbukti efektif dan teruji berhasil dalam membuat suatu isu. mereka yang menjadi seorang  Buzzer ini umumnya ditugaskan untuk membuat isu atau memanaskan isu yang dipesan oleh orang yang berkepentingan.    Mereka biasanya terintegrasi satu sama lain dan bekerja dalam satu tim entah itu tim pro dan kontra.       


Mereka akan mengarahkan opini masyarakat awam untuk mencondongkan ke pada opini yang telah disiapkan. Dan biasanya para pemesan jasa Buzzer ini akan lepas tangan apabila ada Buzzernya yang teertangkap karena ulahnya.   


Teknik marketing dengan Buzzer ini cukup efektif dan efesien dalam menggapai tujuan si pemesan. terbukti sekarang banyak bertebaran akun  bodong maupun akun asli yang banyak membuat isu-isu politik ataupun isu-isu tertentu yang mengacakaukan kondisi negara sekarang.

Netizenn yang budiman umumnya tidak akan terperngaruh oleh segala trik tipu daya mereka yang hendak menimbulkan kekacauan namun bagi Netizen yang mudah terprovokasi akhirnya membuat mereka membuat statement yang sebenarnya akan merugikan mereka sendiri. Sebab, justru mereka akan menguntungkan para buzzer yang sudah dibayar. dan jika seandainya isu tersebut gagal dan harus menyeret si pembuat isu maka para buzze akan mengorbankan si netizen yang sudah terprovokasi tersebut sehingga yang akan tertangkap bukanlah mereka tapi netizen tersebut.


Sunngguh kebusukan politik yang keji pada dunia media sosial. Mari para readers agar jangan mau asal share dan asal buat status yang terindikasi meprovokasi sementara kita terancam dan yang menikmati uang bayaran adalah mereka yang sudah dibayar.