Indonesia Merdeka Secara Konstitusional Namun Belum Secara Ekonomi

adsense

Newsletter

Indonesia Merdeka Secara Konstitusional Namun Belum Secara Ekonomi

Guratanku.com (17/8/19)- Sebelumnya kami mengucapkan selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 semoga kedepannya bangsa kita lebih baik lagi aamiiin.

Tak terasa Indonesia sudah berusia 74 tahun. Hal tersebut bukanlah umur yang muda lagi namun menjelang usia tua jika disandingkan dengan manusia-manusianya.

Beruntunglah dahulu kita memiliki banyak pemuda pemudi yang memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan kita. Sehingga kita bisa merasakan kemerdekaan baik dalm berkumpul, berpendapat hingga menentukan pilihan nasib kita sendiri.

Namun siapa sangka ternyata dibalik kemerdekaan tersebut secara finansial negara kita masih terjajah secara ekonomi dalam dunia neokolonialisme dengan sistem ekonomi kapitalis.

Hal ini bermula saat bangsa kita tidak sabar dengan memantapkan kemampuan sendiri dalam mengelola alam dan sumberdaya yang lainnya di negeri ini. Pada zaman orde baru pemerintah meminjam hutang yang berasal dari perbankan luar negeri padahal secara jangka panjang utang tersebutlah yang menyebabkan kita masuk dalam penjajahan neokolonialisme dengan sistem keuangan yang penuh riba.

Ir. Soekarno adalah orang yang anti segala macam bentuk neokolonialisme, kita patut bangga saat itu kita memiliki putera terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan luar biasa sehingga mampu membaca arah neokolonialisme melalui jeratan rentenir bekedok perbankan. Namun, karena sifat teguh dari Soekarno tersebut akhirnya menyebabkan dia harus terperangkap dalam segala intrik bangsa asing yang ingin mengusai berbagai sumber daya alam Indonesia terutama emas pada saat itu.

Akhirnya dengan melalui Soehartolah kemudian bangsa asing mampu melengserkan Ir Soekarno dengan kudeta yang dikenal dengan G30S PKI. Sejak Soekarno lengser Indonesia kemudian menjadi bangsa yang kembali terjajah karena pemerintahan Soeharto melakukan hutang luar negeri yang bunganya tentu tidak sedikit dan sampai sekarang hingga entah kapan utang tersebut belum kunjung lunas.

Dengan alasan hutang kita kepada asing, tentu orang asing akan dengan mudah menyetir kita, merubah tatanan dengan segala cara agar kita tetap tunduk kepada asing. Baik melalui pembodohan massal lewat media, ataupun dengan melalui pendidikan karena semua kebijakan negara tak lepas dari campur tangan kepentingan asing setelah kita terjerat hutang.

Maka dari itu marilah kita sadar untuk dapat bersama membenahi diri kita, jangan mau terus terusan dibodohi oleh asing dengan terjerumus pada racun yang berwujud madu yang mereka berikan. Seperti tayangan media yang kurang mendidik, hal pornografi yang tentunya berasal dari situs asing, narkoba dan produk judi , dll yang sejatinya semuanya akan membuat pihak asing diuntungkan karena berhasil membuat kita menjadi pelayannya atau sapi perahnya baik secara langsung maupun tidak langsung.