Jokowi Resmikan Pabrik Esemka Untuk Produksi Secara Massal , Netizen +62; Kok Sama Persis Mobil China Ya?

adsense

Newsletter

Jokowi Resmikan Pabrik Esemka Untuk Produksi Secara Massal , Netizen +62; Kok Sama Persis Mobil China Ya?

Guratanku.com (8/9/19)-  Presiden Joko Widodo resmi membuka pabrik produksi mobil lokal merek Esemka. Pabrik ini sendiri kepemilikannya dipegang 100 persen oleh pihak swasta namun secara hukum dan izin pemerintah mendukung penuh  pengoprasian pabrik tersebut di Boyolali, Jawa Tengah.

Banyak respon positif atas dibukanya pabrik tersebut salah satunya dari Presiden ke 7 Indonesia ini. Jokowi  mengatakan walau bukan mobil nasional  kita wajib membeli mobil ini . Namun hal tersebut justru masih ada mendapat kritikan dari netizen dan orang-orang tukang jualan kripik pedas lainnya.

Pada akun  Twitter Rocky Gerung , mengkritik bahwa mobil tersebut sangat mirip dengan mobil merk Changan asal China. Bahkan sama persis kecuali emblem mereknya. Bahkan Fadli Zon pun mempertanyakan keberadaan mobil ini pada dinas Istana.

Di samping hal tersebut sebenarnya jika dipikirkan secara bijak, selayaknya kita lebih dahulu memberi apresiasi kepada Pemerintah dalam mengupayakan terwujudnya mimpi anak SMK untuk memiliki produk yang dibuat oleh tangan sendiri sekalipun sama persis dengan mobil asing. Karena dahulu para tukang kritik ini akan selalu nyinyir mempertanyakan bahwa mobil Esemka adalaha hanyalah fiksi.  Namun setelah  resmi pabrik Esemka tersebut beroprasi  orang yang sama pun masih nyinyir soal karya yang dibuat tersebut.

Mobil tersebut memang sama dengan mobil buatan Changan asal dari China, namun pembuatannya berbeda. Mobil Esemka 100 persen dibuat di Indonesia oleh para pemuda-pemudi yang siap memajukan bangsa dengan karyanya. Soal menyoal desain yang sama adalah perkara yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pabrik tersebut. Karena memang pabrik tersebut dipengang 100 persen oleh swasta.
Bagi netizen yang budiman tentu melihat ini sah-sah saja selagi yang di contek mengizinkan.  Toh negara Tiongkok memulai produksi otomotif bermula dari jiplak sana jiplak sini. Mengapa mereka lebih maju dari Indonesia? Walaupun secara gamlang ketahuan mencontek setidaknya rakyat mereka mendukung penuh atas usaha memproduksi produk otomotif mereka sendiri.

Namun ini bukan soal menyoal membahas siapa yang nyinyir, atau siapa yang memuji. Namun pertama kalinya sebelum melayangkan kritik, sekali kalai berilah apresiasi atas usaha semua pihak yang ingin Indonesia memproduksi kendaraannya secara mandiri. Barulah kita bicarakan uneg-uneg sambil ngopi bareng yang menjual mobil tersebut, atau sekalian sama kasir cantiknya pas beli di dealernya. Eh iya itu kan kalau kalian mau beli, kalau gak mau beli ya sudah tinggal nyinyir sambil makan Promag sana biar kripik pedasnya gak buat sakit perut (huwehehe)

Dan sisi positifnya dari semakin banyaknya nyinyiran tersebut sebenarnya dapat di ambil sebagai peluang ladang promosi gratis  bagi pabrik Esemka. Toh walaupun mereka tidak membayar untuk mengiklankan produknya, dengan sendirinya lewat nyinyiran dan cacian produk mereka akan lebih terkenal.dibandingakan yang biasa-biasa saja datar tanpa cobaan gosip tetangga.

Demikian sekilas opini, bagi yang ini ikut nyinyir atau ikut memuji, hhmm itu bukan urusan saya (huwehehe).