Jangan Takut Dengan Sihir Kalau Paham Ini Rahasianya

adsense

Newsletter

Jangan Takut Dengan Sihir Kalau Paham Ini Rahasianya


Guratanku.com (04/08/19) -  Hello Readers, apa kabar kalian hari ini? Semoga pada sehat dan baik-baik saja ya. kali ini Kang Adymin ingin berbagi kisah soal hal yang diluar logika dan nalar yang pernah terjadi pada diri akang. 

Jadi begini ya readers, dahulu Kang Adymin pernah tinggal di Kota Pangkalpinang Pulau Bangka. Di Kota tersebut kang Adymin banyak belajar bagaimana menjaga kerukunan ditengah banyaknya perbedaan.  

Orang-orang Bangka menurut Kang Adymin memang terbukti sangat ramah kepada pendatang.  Negeri serumpun sebalai ini memang patut dijadikan contoh daerah dengan tolerasnsi yang tinggi. Lihat saja di samping bangunan mesjid,  gereja ,maupun klenteng dengan gagahnya saling menemani agar tidak sendirian satu sama lain. Mereka  berdiri  bersamaan untuk selalu terbuka kepada para umatnya yang rindu pada Tuhannya.


Ketika kang Adymin bertanya ke Orang etnis Tionghoa disana akan suku mana yang lebih dulu di pulau ini, mereka sepakat mengatakan bahwa tanah ini dahulunya kosong tak bertuan lalu datanglah bangsa Melayu semasa keemasan Sriwijaya sebelum mereka datang. Namun ternyata saat Kang Adymin bertanya kepada tetua adat Melayu Bangka, Kang Adymin terheran saat mendapati jawaban mereka akan siapa yang lebih dulu jadi pribumi. Mereka menjawab Bahwa orang Chin atau China dahulu yang menemukan Bangka kemudian disusulah oleh orang-orang Melayu.

Dari pengalan tersebut Kang Adymin sangat kagum akan bagaimana caranya leluhur mereka menanamkan kerukunan ditengah perbedaan. Mereka satu sama lain tidak mau saling mengklaim siapa yang dahulu berada disana. Ternyata dengan hal tersebut akhirnya ampuh  membuat kokoh persaudaraan mereka dibandingkan dengan daerah lain yang kadang sering terjadi konflik karena memperebutkan wilayah.

Budaya China dan Melayu di Bangka masih sama-sama memiliki aroma yang amat kuat soal tradisi dan budaya leluhur masing-masing. Kata orang Bangka, Orang China ataupun Melayu Bangka pantang buat menolak Makanan yang diberikan oleh saudaranya (orang-orang yamg tinggal di Bangka) jika menolaknya tanpa mencicipi  sama sekali makanan tersebut sama saja Kepun (istilah pamali atau larangan, yang bisa berakibat sial kalau dilanggar).

Berdasarkan keyakinan mereka orang-orang yang melanggar ketentuan tersebut dipercaya akan selalu membawa sial dalam hidupnya. Entah cepat atau lambat akan terjadi sesuatu yang mengerikan jika tidak minta maaf dahulu pada yang memberikan makanan jika kita menolaknya. Cara buat menolak makanan tersebut adalah dengan menyicip sedikit dari makanan yang ditawarkan, jika air minum setetes saja cukup. Dan jika makanan seperti roti secuil saja cukup sebagai penolakan bala dari kepun tadi.

Namun memang kadang ada hal yang diluar nalar, misalnya  saja   ada temen kang Adymin yang pernah menolak makanan di tanah Bangka tersebut, entah kebetulan atau tidak dia akhirnya kecelakaan tak selang beberapa hari dari kejadian penolakan itu.

Ya memang namanya mitos jika sudah kuat dianut pada pikiran alam bawah sadar maka bisa jadi kenyataan. Ternyata apa yang kita pikirkan akan bisa mempengaruhi apa yang kita ucapkan. Dan apa yang diucapkan akan mempengaruhi tindakan apa yang akan dilakukan.

Alam dan manusia pada dasarnya adalah satu kesatuan. Allah mengamanatkan alam dunia ini kepada gunung, namun ia menolak karena takut tidak amanat. Pernah juga lalu diamanatkan kepada malaikat, namun malaikat akhirnya menolak karena takut tak amanah.

Alam tentu memiliki energi yang berasal dari Allah. Energi tersebut tersimpan dan tersembunyi pada tempat yang seharusnya manusia mencarinya. Ada manusia yang berhasil menemukan dan menaklukannya dengan cara ilmiah  yang akhirnya berhasil membuat mesin dari energi tersebut. Ada juga yang mendapatkannya melalui perantara ketajaman batin yang baik. Dan akhirnya berhasil menjadikan  orang tersebut memiliki spritualitas tinggi.

Dari energi alam tersebut ada yang menghasilkan kekuatan diluar nalar. Apabila kekuatan tersebut  dimiliki oleh orang agung atau orang saleh maka layak disebut sebagai mukzijat, namun apabila hal kekuatan tersebut dimiliki oleh orang jahat maka disebut sihir. 

Sihir tersebut umumnya digunakan untuk hal yang jahat. Seperti memisahkan pasangan, membuat orang jatuh cinta ataupun membuat penyakit. Namun bekerja atau tidaknya sihir  semuanya tergantung pada Yang Maha Kuasa.  Jadi siapapun manusia yang memiliki kekuatan sihir tidak selayaknya menyombongkan diri karena semua energi itu milik Sang Maha Pencipta.

Mukzijat sendiri tak pernah dapat dipelajari sebagaimana sihir  yang bisa dipelajari. Mukzijat murni pemberian Sang Ilahi pada orang saleh dan terpilih.
Sementara sihir masih dapat dipelajari oleh semua orang sebagaimana ilmu lainnya. Namun terkadang banyak juga  yang menyalahgunakan ilmu sihir ini selain yang mempergunakannya untuk kebaikan.

Sihir bisa diperoleh dengan cara mengolah rasa, bertirakat dan membaca mantra-mantra tertentu. Syarat berkerja atau tidaknya sihir tersebut adalah tergantung dari keyakinan si pengguna. Semakin mantap sang pengguna dalam mengamalkan sihirnya maka semakin mujarab efeknya. Namun semakin orang tidak percaya dengan sihir maka akan semakin kecil kemungkinan orang tersebut merasakan dampaknya.

Cara untuk menghindari segala macam efek buruk sihir adalah dengan cara  memperbanyak amalan ibadah dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, karena hanya Dialah yang bisa membuat kita selamat. Apapun kekuatan sihir tetap asal muasalnya dari Sang Maha Pencipta. Jika kita dekat kepada Sang Pencipta tak perlu khawatir akan segala ancaman yang ada karena semua itu tak akan menimbulkan efek buruk ataupun efek baik tanpa Izinnya.


Demikianlah readers untuk artikel kali ini, semoga kita tetap dalam lindungan Tuhan dan selalu bersyukur juga bahagia.