Ragam Indonesia ; Ciri Khas Budaya Jawa Yang Makin Pudar

adsense

Newsletter

Ragam Indonesia ; Ciri Khas Budaya Jawa Yang Makin Pudar

Guratanku.com (12/9/19)-Indonesia  adalah negeri yang kaya akan budaya. Negara ini memiliki ribuan suku dan bahasa yang beragam-ragam pada setiap daerah.

Pada artikil ini Kang Adymin ingin sedikit menshare khasanah budaya Indonesia khususnya keunikan budaya luhur suku Jawa yang faktanya menunjukan sudah mulai terancam tergeser oleh budaya barbar impor.

Sejak zaman Tarumanegara, Pulau Jawa memiliki berbagai kebudayaan baik itu animisme dan dinamisme yang terus berkembang sampai akhirnya terpengaruh oleh agama baru seperti Hindu sampai Islam yang mulai mendominasi kepercayaan penduduk Pulau Jawa.

Kesenian dan falsafah yang dibangun oleh orang-orang Jawa masa lampau sebagiannya dapat kita nikmati dan ditemukan pada masa sekarang. Namun ada sebagian yang hilang entah kemana ditelan oleh perkembangan zaman.

Contoh nyata saja misalkan pertunjukan wayang kulit. Rata-rata para pendalang terkenal dan kondang berasal dari usia 40 keatas yang sudah paham betul asin asamnya dunia perwayangan. Namun adapun pendalang muda dan cilik itupun jumlah dan eksistensinya makin sedikit sehingga saat ini kebanyakan dari generasi z yang tak mengenal bahkan kurang menyukai kesenian perwayangan tersebut.

Tanpa kita sadari tayangan tv seperti kartun sinetron dan lain-lain telah membawa perubahan pada minat masyarakat saat ini sehingga wajar jika banyak yang lupa akan kesenian asli yang berasal dari budaya luhur nenek moyang.

Penduduk Pulau Jawa dahulu dikenal sebagai orang -orang yang sangat ramah dan pekerja keras mengingat sebagian besar orang-orang Jawa terlahir dari tangan-tangan kasar dalam mengelola alam pertanian.

Bahasa orang jawa sendiri dapat dikategorikan sebagai bahasa yang memiliki tingkat penghormatan yang paling tinggi dibandingkan bahasa lainnya.

Jika kita ingin mengatakan sesuatu kepada orang yang kurang akrab dan lebih tua, orang jawa biasanya menggunakan unggah -ungguh atau bahasa halus krama inggil.

Sayangnya pada masa sekarang ini, budaya unggah -ungguh sudah mulai berkurang. Hal ini bisa disebabkan oleh akses tanpa batas bertukar pikiran dan budaya internasional.

Kebanyakan kita tidak menyadari hal ini, oleh sebab itu mari sejak dini kita menjaga budaya-budaya luhur nenek moyang kita.